Powered By Blogger

Kamis, 01 Agustus 2013

Review : The Conjuring

Hai, folks! Udah pada liburan? Belom? Kasiaan deh lo. Gue udah libur doong~ #disepak.

Oke, kali ini gue mau mereview film The Conjuring, yang baru-baru ini tayang di bioskop tercinta. Covernya aja udah serem banget, belum lagi directornya pembuat Saw dan Insidious. Udah pasti keren? Hmm, mari baca pendapat gue ya.

Sebagai pecinta film horor, belum pernah gue bener-bener jerit kaget begitu setannya nongol. Semula, menurut gue sih, film horor yang keren itu Women in Black dan mungkin Insidious (karena saya gak suka banget hantu anak kecil. Sumpah. Amit-amit serem banget. Maksud gue, liat aja Samara dari The Ring. Kampret banget kan seremnya?) tapi The Conjuring berhasil menempati posisi pertama di hati saya #apaan.

Oke, mengenai alur, menurut gue udah oke banget. Tentang pasangan demonologist yang bekerja membantu orang lain memberantas makhluk gaje di rumahnya. Sampe didokumentasiin atau biasa disebut dokumenter. Agak mirip dengan Insidious, ya? Paranormal, iblis super jahat, dll.

Tokoh dan penokohan; karakter Lorraine langsung menjadi favorit saya. Paranormal wanita yang pemberani, penyayang, keibuan, dan ramah. Matanya yang saya suka banget. Benar-benar deh, Vera Farmiga memerankan tokoh Lorraine dengan baik sekali. Tapi pemeran-pemeran lainnya juga oke kok. Yang agak kurang sreg, mungkin karakter Roger Perron (Ron Livingston) menurut saya, dia kurang "ekspresif" dan keliatannya culun banget. Kayak nggak tau mau ngapain lagi dia di sana. Di momen seharusnya dia ketakutan, dia malah pasang muka datar yang hanya mengerutkan alis. Kurang "dapet" aja gitu. Tapi selebihnya, dia baik-baik saja.


Apalagi di sini juga ada boneka Annabelle (yang amit-amit, saya lebih pilih hantu anak kecil daripada hantu boneka!) yang mukanya menyeramkan banget, dengan mata besar, pipi kehitaman karena kotor, dan rambut cokelat yang dikepang dua. Ada beberapa versi mengenai boneka Annabelle. Ada yang menyebutkan kalau boneka ini agak mirip dengan boneka Mary (boneka yang digambarkan di film The Conjuring) ada juga yang hanya sebatas mirip boneka usang biasa. Adanya konsep boneka Annabelle di film ini agak mirip dengan konsep boneka Billy Saw (atau Jigsaw) di serial thriller film Saw. Keduanya sama-sama jahat, anyway. Walaupun boneka Billy Saw lebih kejam (secara fisik) dibanding Annabelle yang hanya sekadar meneror demi mendapatkan "teman".



O ya, ngomongin boneka Annabelle, boneka ini juga ada beneran lho. Tepatnya di Occult Museum, Connecticut, Kota Monroe, Amerika Serikat. Begitupun cermin The Conjuring yang serem itu (yang itu loh, kotak musiknya) juga menurut petugas museum, boneka Annabelle seringkali berpindah tempat dengan sendirinya, dan sering menulis sesuatu di kertas memo (di film The Conjuring, dia menulis: "Miss me?" kepada Donna, pemilik aslinya di tahun 1970) dan sering menyakiti manusia secara fisik. Karena itu, wisatawan yang ingin datang, harus membeli tiket dari jauh-jauh hari; sekalipun mendapat tiketnya, mereka hanya dapat melihat boneka Annabelle itu dari beberapa meter kaca yang menyegel Annabelle. Juga sebuah video pengusiran setan yang dilakukan oleh Lorraine...  berani datang?

Soal hantunya, menurut saya sih nggak terlalu serem, ya. Biasa aja. Yang menyeramkan itu justru backsound-nya. Pas banget, dan itu bikin kaget, sehingga saya ngejerit karena kaget itu (dan membuat adik saya ikut terlonjak ngedenger saya ngejerit huhu maap, ototou.) untung nontonnya sama adek saya. Mau peluk-peluk juga gapapa. Huhuhuh. Ehm, back to hantu. Jujur, saya paling serem liat hantu yang jadi emaknya. Yang ada di atas lemari itu. Soalnya hantu anak kecilnya nggak diliatin terlalu jelas (dan saya bersyukur banget karenanya!) selain itu, saya agak bingung; kenapa Annabelle dijadikan cover, sementara di filmnya sendiri, dia jarang berperan, ya? Cuma di awal ama akhir doang. Jadi bingung letak pasnya di mana. Hmm.

Masalah edit mengedit, hmm no comment deh. Saya nggak bisa ngedit film soalnya (cuma bisa ngedit subtitle aja, gabisa kasih efek aneh-aneh gitu) jadi saya rasa sih, sebagai orang awam, itu udah keren. Nggak kelihatan kalo itu editan, dan efek kagetnya itu WOW banget.

Overall, recommended banget buat pada pecinta film horor. Saya jamin, capek nontonnya karena deg-degan dan kaget sana-sini. Jangan lupa nonton dan berikan pendapatmu, oui?

-Hachan-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar