Powered By Blogger

Kamis, 22 Agustus 2013

Review : Sunshine Becomes You

Halooo pecinta buku! (yang sama seperti saya) kali ini, lagi-lagi saya akan memberikan review telat saya pada sebuah novel dari novelis favorit saya di Indonesia; Ilana Tan. Siapa sih yang nggak kenal penulis misterius yang telah menulis Tetralogi Empat Musim (Summer in Seoul, Autumn in Paris, Winter in Tokyo, dan Spring in London) telah membuat namanya melambung tinggi di deretan novel terbaik atau titel best-seller di toko-toko buku ternama. Aku punya semua bukunya, loh! #sowhat.

Ehm, jadi baru-baru ini... saya baru membaca karyanya yang terbaru; Sunshine Becomes You. Sebuah karya yang menyandang status 'National Best-Seller' dan terjual lebih dari 30.000 eksemplar dalam dua minggu! Luar biasa banget, ya? Ah, kapan saya bisa kayak dia... *ngarepdikit*

Dan saya akan memberikan review. 


(WARNING untuk yang belom baca, kalo Anda benci spoiler, silakan tekan tombol back dengan senang hati, ya)


Sinopsis
Ini kisah yang terjadi di bawah langit New York...
Tentang harapan yang muncul di tengah keputusasaan...
Tentang impian yang bertahan di antara keraguan...
Dan tentang cinta yang memberikan alasan untuk bertahan hidup.

Awalnya Alex Hirano lebih memilih jauh-jauh dari gadis itu -malaikat kegelapan yang membuatnya cacat. Kemudian Mia Clark tertawa, dan Alex bertannya-tanya bagaimana ia bisa berpikir gadis yang memiliki tawa secerah matahari itu adalah malaikat kegelapan.

Awalnya, mata hitam yang menatapnya dengan tajam dan dingin itu membuat Mia gemetar ketakutan dan berharap bumi menelannya detik itu juga.
Kemudian Alex Hirano tersenyum, dan jantung Mia yang malang melonjak dan berdebar begitu keras sampai-sampai Mia takut Alex bisa mendengarnya.


Sunshine Becomes You adalah karya Ilana Tan yang kelima setelah Tetralogi Empat Musim itu. Bercerita tentang pertemuan yang sangat berkesan bagi dua tokoh protagonisnya; Alex Hirano, sang pianis ternama di New York, dan Mia Clark, seorang pengajar tari di Small Steps Big Steps Dance Studio yang tidak terlalu terkenal. Mereka berkenalan karena (awalnya) adiknya, Ray Hirano yang juga seorang penari b-boy katanya mengajar di Small Steps Big Steps Dance Studio. Karena Alex sangsi adiknya itu mengajar (dari yang saya baca, katanya Ray Hirano memiliki karakter tidak sabaran dan nggak bisa ngajar) dia ikut sama Ray ke dance studio itu. Sepanjang perjalanan, Ray menceritakan tentang Mia Clark. Ray suka sama Mia, dan Alex semakin penasaran seperti apa gadis itu.

Dan di sinilah malapetaka terjadi.

Sewaktu Alex dan Ray hendak naik ke atas tangga, tiba-tiba Mia terjatuh dari tangga dan menabrak Alex dengan sangat keras, sehingga tangan Alex terkilir parah dan dua bulan, tangannya harus dibebat. Dan Alex terpaksa membatalkan sebua konsernya lewat manajernya; Karl Jones. Mia terus merasa bersalah.

Singkatnya, karena Mia nggak bisa membayar uang ganti rugi atas pembatalan semua konser itu, dia menawarkan bantuan menjadi pesuruh Alex di rumahnya (karena Alex nggak mungkin mengerjakan semua hal dengan satu tangan kan? Sementara dia tinggal sendirian di apartemennya) dan Alex setuju (walau awalnya dia gusar setengah mati melihat "malaikat kegelapan"-nya ada di apartemennya setiap hari) nah, dari kebersamaan yang terbiasa ini, mulai tumbuh benih-benih cinta~ #tsah.

Tentang penokohan, Alex Hirano sendiri punya karakter yang moody, cuek, dingin, uring-uringan kalo terlalu khawatir, dan kadang-kadang ucapannya bisa sangat menyebalkan (saya sendiri yang baca kadang gregetan sendiri sama sifat "tsundere" Alex ini hmmh) tapi sebenarnya di balik semua itu, dia berhati baik, lembut, kreatif, dan penyayang. Dia nggak terlalu suka menujukkannya karena gengsian. (tipikal cowok yang bakal saya hindari sih.) dan kalau Anda pembaca setia karya-karya Ilana Tan, Alex Hirano memiliki sifat/karakter yang berbeda dengan karakter-karakter cowok di buku-buku Ilana Tan yang lain. Biasanya Ilana membuat tokoh cowok yang Oh-So-Prince-Charming-Yet-So-Protective (dan yang paling saya sukai adalah Tatsuya Fujisawa dari Autumn in Paris) tapi Alex Hirano punya karakter rada menyebalkan, egois, pembawa mimpi buruk bagi semua orang kalo suasana hatinya sedang jelek (ini kalimat yang bikin saya ketawa sebenernya) dan jujur, Ilana berhasil menggambarkan sifatnya itu dengan sangat baik :) 

Lalu ada Mia Clark, yang cantik, manis, dan disukai banyak lelaki. Dia nyaris memiliki karakter yang sama dengan tokoh-tokoh cewek di karya Ilana yang lain (satu-satunya tokoh wanita yang agak berbeda sifatnya hanyalah Naomi Ishida, dari Spring in London) jadi saya tidak akan menuliskan tentangnya banyak-banyak. Mia Clark juga diketahui anak adopsi sejak lahir dan dirawat dengan sangat baik oleh kedua orangtua asuhnya. Mia punya penyakit jantung, yang membuat konflik di cerita ini secara berkala.

Selanjutnya, ada Ray Hirano. Yang ini sih, karakternya mirip-mirip sama tokoh-tokoh lelaki yang dibuat Ilana Tan di Tetralogi Empat Musim. Hanya saja, Ray Hirano mungkin agak sedikit cerewet dan terlalu banyak bicara (sehingga dia tidak tahu apa-apa tentang Mia, dan frustrasi saat tahu kalau Alex yang baru kenal Mia, ternyata lebih banyak tau tentang Mia daripada dia yang udah kenal Mia duluan). Tapi jujur, Ray adalah tokoh favorit saya di novel Sunshine Becomes You ini ;) 

Tentang alur, seperti biasa, Ilana Tan selalu menuliskan kisah roman yang picisan, tapi dia "menyuguhkan"-nya dengan sangat baik, sehingga pembaca juga menikmatinya, karena kadar diksi yang oke banget. Idenya lumayan menarik, dan suasana New York-nya lumayan "dapet" kok (walau saya lebih suka pendeskripsian Ilana tentang sebuah kota di novelnya yang berjudul Spring in London, sih) walau awalnya, saya sempat bertanya-tanya, ini latar tempatnya di mana?! #HEH #lemot. Soalnya terlalu banyak restoran yang namanya sangat-tidak-Amerika (oke, mungkin ini karena saya sok tau. Belom pernah ke Amrik soalnya). Lalu, alur waktunya bertahap dan runtut di awal-awal. Tapi mendekati "ending"-nya, malah terkesan sedikit terburu-buru dan saya harus agak lebih cermat membacanya agar suasana kejadiannya "nyampe" dan sedikit berusaha agar bisa membayangkan kejadiannya (yang cukup berhasil sih untungnya). Omong-omong, banyak juga quotes bagus di novel ini yang menyentuh hati. Dan saya yakin itu dari hasil pemikiran Ilana Tan sendiri. Bukan ehemplagiatehem kayak novel karya seorang selebtwit yang ternyata plagiat itu ;) hihi.

Konflik yang digambarkan cukup oke. Saya ikut merasakan penderitaan Mia saat dia nyaris pingsan, atau penyakitnya nyaris kambuh. Deskripsinya pas banget, dan nggak lebay (saya pernah baca novel yang mau 'menggambarkan' adegan orang pingsan aja bertele-tele banget sampe satu paragraf sepuluh baris penuh. Duh) dan ikut ngerasa ikutan pusing pas deskripsi ["ia merasa pandangannya mengabur"] itu. Jarang-jarang tulisan yang bisa ikut memengaruhi saya secara fisik, lho. Bravo, Ilana Tan! ;)

Tentang ending... ah, sorry to say. Tapi saya nggak merasakan feel-nya. Saya membacanya dengan wajar super-datar (padahal di novel Autumn in Paris, saya berkaca-kaca saat mendekati bagian ending, dan mewek pas baca epilognya) dan emosi saya juga flat. Ada gejolak sedikit perasaan sedih saat Mia ternyata merekam dirinya sendiri sebelum meninggal untuk Alex. Tapi lagi-lagi, saya berpikir idenya agak picisan dan... kayaknya saya pernah baca ending kayak gini juga deh. Apa mungkin karena itu, ya, jadi saya nggak terlalu tersentuh? Hmm, membaca ide tulisan yang sama berulang kali memang bisa menurunkan kadar emosi saat membacanya ulang sih. (setuju nggak?) jadi, yaaa, biasa aja. Tapi mungkin beberapa pembaca lain akan merasakan hal berbeda dengan saya? Semoga. ;) karena karya-karya Ilana Tan tidak bisa disebut "piece of cake" tapi tidak bisa juga disebut "masterpiece". Kata yang tepat untuk karya-karya Ilana Tan adalah "sweet-yet-brilliant" karena saya sendiri belum bisa membuat plot sedemikian rupa agar semuanya terkesan "nyambung". 

Oh ya, saya dengar-dengar, Sunshine Becomes You akan difilm-kan? Whoa! Keren banget! Saya sudah pasti akan menonton filmnya jika premier di bioskop nanti. Yaa, siapa tahu feelnya lebih terasa, kan? ;)



Baik, teruslah berkarya, Ilana Tan! Aku fans beratmu! :3
-Hachan-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar